WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Militer Amerika Serikat (AS) menyelesaikan gelombang serangan udara terbaru ke wilayah Iran pada Kamis (30/7/2026) dini hari.
Serangan yang berlangsung selama dua jam tersebut menghantam puluhan target strategis milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC).Washington menyebut operasi militer ini sebagai balasan atas serangan rudal yang diluncurkan Iran ke arah pasukan AS di Timur Tengah sehari sebelumnya.
Baca juga: Imbas Perang Iran, AS Beli Rudal dan Kapal Selam Seharga Rp 2.170 Triliun
Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) mengonfirmasi, gelombang serangan udara dimulai pada Kamis dini hari waktu setempat,
Dalam pernyataan resminya pada Rabu, Centcom merinci sejumlah fasilitas yang menjadi sasaran tembak, sebagaimana dilansir Reuters.







