WASHINGTON DC, KOMPAS.com – Militer Amerika Serikat (AS) melancarkan gelombang serangan udara sembilan malam berturut-turut ke Iran hingga Senin (20/7/2026).

Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) mengonfirmasi melalui platform X, gempuran tersebut menyasar berbagai situs strategis dan infrastruktur militer di seluruh Iran.Target serangan meliputi pusat komando militer Iran, sistem pertahanan udara, situs pengawasan pesisir, kapabilitas maritim, lokasi peluncuran rudal dan drone, hingga jaringan komunikasi.

Baca juga: Pentagon Diam-diam Cemas Perang Iran Meluas, Klaim AS Kekurangan Rudal

Presiden AS Donald Trump menyatakan, gempuran ini dilakukan sebagai bentuk penghormatan bagi prajurit AS yang tewas, sebagaimana dilansir Euronews.

"Kita lihat apa yang akan terjadi, tetapi kita telah menghantam mereka dengan sangat keras lagi malam ini," kata Trump kepada awak media saat kembali ke Washington usai menghadiri final Piala Dunia.