TEHERAN, KOMPAS.com - Situasi di kawasan Teluk semakin membara setelah militer Amerika Serikat (AS) dan Iran saling jual beli serangan yang kini telah memasuki hari keenam.
Ketegangan ini turut mengancam kesepakatan awal kedua negara untuk mengakhiri perang.Komando Pusat AS atau Central Command (Centcom) menyatakan telah melepaskan gelombang serangan selama enam jam di berbagai lokasi di Iran.
Baca juga: Balas Dendam untuk Khamenei, Iran Pajang Gambar Trump di Peti Mati
Langkah ini diambil untuk memperlemah kemampuan Iran di Selat Hormuz, sebagaimana dilansir BBC, Kamis (16/7/2026).
Serangan AS menyasar pusat komando, situs pertahanan udara, serta fasilitas pengawasan pantai, termasuk di kota pelabuhan Bandar Abbas dan Pulau Tunb Besar.










