TEHERAN, KOMPAS.com - Ketegangan di Timur Tengah kembali memuncak setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangkaian serangan militer ke wilayah Iran.

Langkah ini diambil Washington sebagai respons atas serangan terhadap tiga kapal dagang di kawasan Selat Hormuz.

Media Pemerintah Iran melaporkan, gelombang serangan militer AS menghantam sejumlah titik, termasuk Pulau Qeshm, Bandar Abbas, dan Sirik.Baca juga: AS-Iran Bentrok Lagi, Teheran Hantam Pangkalan Amerika di Bahrain dan Kuwait

Meski pecahan proyektil melukai sejumlah warga, hingga saat ini belum ada laporan mengenai adanya korban jiwa.

Komando Pusat Militer Amerika Serikat (Centcom) mengumumkan dimulainya operasi militer tersebut pada Selasa (7/7/2026).