KOMPAS.com – Situasi di Timur Tengah kembali membara setelah Amerika Serikat (AS) meluncurkan gelombang serangan udara baru ke wilayah Iran.

Menanggapi agresi tersebut, Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Qalibaf, menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis Selat Hormuz hanya akan dibuka di bawah kendali dan aturan sepihak dari Teheran, bukan karena tunduk pada ancaman Washington.

Pernyataan keras ini disampaikan Qalibaf pada Kamis (9/7/2026), menyusul laporan media lokal Iran mengenai rentetan serangan udara militer AS yang menyasar sejumlah titik di wilayah selatan dan tenggara Iran pada Rabu (8/7/2026) malam waktu setempat."AS masih belum belajar bahwa intimidasi dan pelanggaran janji tidak lagi datang tanpa konsekuensi," tulis Qalibaf melalui akun resminya di platform media sosial X, Kamis (9/7/2026), dikutip dari Anadolu Ajensi, Kamis.

Baca juga: Trump Akhiri Gencatan Senjata dengan Iran, Sebut Negosiasi Buang-buang Waktu

Ancaman balasan dari Teheran