WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memutuskan untuk menunda rencana eskalasi serangan militer terhadap Iran hingga dua pekan pada Jumat (24/7/2026), meski operasi militer telah dipersiapkan sebelumnya.
Langkah ini diambil selain untuk mempertimbangkan upaya pembukaan kembali jalur diplomasi dengan Teheran, juga dipicu oleh fakta menipisnya persediaan rudal pencegat pertahanan udara AS.
Hal tersebut diungkapkan oleh para pejabat AS yang dikutip Wall Street Journal.Baca juga: Murah, Akurat, dan Mematikan, Ketika Rudal Terbaik Iran Bikin AS Kelabakan
Peringatan militer dan keterbatasan amunisi
Menurut para pejabat, Ketua Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine telah menyampaikan kondisi menurunnya persediaan rudal pencegat pertahanan udara kepada Gedung Putih. Caine khawatir situasi tersebut dapat meningkatkan risiko yang harus dihadapi oleh militer AS.













