TEHERAN, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menghentikan sementara serangan udara ke Iran, sehingga Iran kembali melewati malam tanpa pemboman pada Minggu (26/7/2026).

Pada saat bersamaan, tak ada pula laporan mengenai serangan balasan dari Iran terhadap negara-negara kawasan yang menampung aset militer AS sepanjang akhir pekan ini.

Jeda ini diambil di tengah laporan menipisnya amunisi pertahanan militer AS, serta meningkatnya kekhawatiran akan meluasnya perang di kawasan Timur Tengah, demikian dikutip dari France24.Baca juga: Iran Tuduh Ukraina Serang Kapal Dagangnya di Laut Kaspia, Satu Orang Tewas

Kekhawatiran amunisi menipis

AFP/POOL/ANDREW CABALLERO-REYNOLDS Anggota Angkatan Udara Amerika Serikat saat difoto dekat sistem anti-rudal Patriot di Pangkalan Udara Pangeran Sultan, Al Kharj, Arab Saudi, 20 Februari 2020. Pangkalan ini menjadi salah satu target perang Iran pada Sabtu (14/3/2026).New York Times melaporkan, dengan mengutip dua sumber yang menerima pengarahan mengenai masalah tersebut, rencana untuk meningkatkan kampanye militer ditunda sebagian karena berkurangnya pasokan senjata, termasuk pencegat Patriot.