WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat dilaporkan telah menghabiskan hampir separuh stok rudal pencegat anti-balistiknya untuk membantu mempertahankan Israel dari serangan Iran.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di Pentagon soal kemampuan militer AS menghadapi ancaman lain di berbagai kawasan dunia, termasuk dari China dan Korea Utara.Dalam perang melawan Iran, sebagaimana dilansir The Telegraph pada Kamis (21/5/2026), AS disebut telah menembakkan sekitar 200 rudal atau setengah dari total persediaan rudal pencegat Terminal High Altitude Area Defense (THAAD).

Baca juga: Malaysia Marah Norwegia Batal Kirim Rudal, padahal Sudah Bayar 95 Persen

Selain itu, militer AS juga disebut telah meluncurkan lebih dari 100 rudal Standard Missile-3 dan Standard Missile-6. Jumlah itu lebih besar dibandingkan Israel yang menggunakan sekitar 100 rudal Arrow dan 90 rudal David’s Sling.

“Secara total, AS menembakkan sekitar 120 rudal pencegat lebih banyak dan menghadapi dua kali lebih banyak rudal Iran,” kata seorang pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.