AMMAN, KOMPAS.com - Serangan mematikan Iran yang menargetkan Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania kembali memicu pertanyaan publik terkait efektivitas kampanye militer Amerika Serikat (AS) terhadap program rudal Teheran.
Meski sebelumnya dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat gempuran AS dan Israel, militer Iran nyatanya masih mampu melancarkan serangan balasan beruntun.
Pentagon mengonfirmasi jumlah korban jiwa dalam serangan di Yordania pada Jumat (17/7/2026) tersebut bertambah menjadi tiga orang.Baca juga: Iran Murka Gunung Pickaxe Diusik, Incar Target Baru di Israel
Kepastian ini didapat setelah Sersan Angel Rampersad, yang sebelumnya dilaporkan hilang, dikonfirmasi meninggal dunia.
Insiden fatal ini sekaligus mencatatkan serangan keempat yang diluncurkan Iran terhadap pasukan AS di Yordania hanya dalam kurun waktu lima hari.











