TEHERAN, KOMPAS.com – Serangan mematikan Iran ke Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Yordania kembali memunculkan pertanyaan mengenai efektivitas kampanye militer Amerika Serikat (AS) terhadap program rudal Teheran.
Meski Presiden Donald Trump dan pejabat pertahanan AS sebelumnya mengeklaim bahwa kemampuan rudal Iran telah dilumpuhkan, serangan yang menewaskan tiga prajurit AS menunjukkan kemampuan Iran untuk melancarkan serangan balasan.Menurut para analis, sebagaimana dikutip The Wall Street Journal, serangan ke pangkalan AS di Yordania pada Jumat (17/7/2026) kemungkinan menggunakan salah satu rudal balistik paling canggih milik Iran, yakni Kheibar Shekan.
Baca juga: Israel Sengaja Dicadangkan dalam Serangan Terbaru AS ke Iran, Kenapa?
Rudal jarak menengah yang diperkenalkan pada 2022 itu memiliki jangkauan sedikitnya 900 mil, menggunakan bahan bakar padat, sistem pemandu satelit, serta diklaim memiliki hulu ledak yang mampu bermanuver untuk menghindari pertahanan udara.
Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) juga menyebut serangan terbaru melibatkan rudal balistik Fattah, Zolfaghar, Fateh-110, Qiam, serta drone Shahed dan rudal jelajah Paveh.






