TEHERAN, KOMPAS.com - Serangan mematikan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Yordania yang menewaskan tiga prajurit AS menjadi bukti nyata ketangguhan militer Teheran.

Memasuki bulan kelima perang, Teheran terbukti masih mengantongi kapasitas tempur yang cukup untuk melancarkan perang asimetris berkepanjangan.Serangan pada Jumat tersebut menandai kali pertama tentara AS tewas akibat gempuran langsung Iran sejak perang akhir Februari.

Baca juga: Fasilitas CIA Dihantam Drone Iran, AS Curiga Rusia Ikut Campur

Meski Pentagon belum merilis perincian teknis mengenai bobolnya pangkalan tersebut, deretan analis militer menilai insiden ini menggarisbawahi fakta bahwa rentetan gempuran udara AS gagal melumpuhkan kemampuan defensif maupun ofensif Iran.

“Kemampuan militer Iran tetap tangguh. Mereka telah pulih lebih cepat dari yang diperkirakan,” kata Jennifer Kavanagh, direktur analisis militer di lembaga think tank Defense Priorities, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (22/7/2026).