TEHERAN, KOMPAS.com - Iran mengeklaim berhasil membangun kembali kekuatan militer mereka selama enam minggu gencatan senjata, dan siap menghancurkan pasukan Amerika Serikat (AS).

Negosiator utama sekaligus Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan, negaranya siap memberikan respons yang jauh lebih mematikan jika AS kembali menyulut konflik.

"Angkatan bersenjata kami sudah membangun kembali diri mereka sendiri selama periode gencatan senjata sedemikian rupa, sehingga jika Trump melakukan tindakan bodoh lainnya dan memulai kembali perang, pasti akan lebih menghancurkan dan pahit bagi Amerika Serikat daripada hari-hari pertama perang," tulis Ghalibaf melalui akun media sosialnya, Sabtu (23/5/2026), dikutip dari AFP.Baca juga: Iran Sebut Trump Tak Punya Pilihan untuk Damai Selain Terima Tuntutan Teheran

Pernyataan tegas ini dilontarkan menyusul ancaman Presiden AS Donald Trump, yang berniat mengakhiri gencatan senjata rapuh meski sejatinya telah menghentikan perang sejak 8 April 2026.

Geliat diplomasi di Teheran