TEHERAN, KOMPAS.com - Iran dinilai siap mengulur waktu dalam perangnya melawan Amerika Serikat (AS) yang saat ini masih berkecamuk.
Hal tersebut dilakukan Teheran demi memastikan kelangsungan hidup negara dan membangun kembali kekuatan efek jera yang baru.Pandangan tersebut disampaikan oleh Ross Harrison, seorang senior fellow sekaligus editor seri buku di Middle East Institute, menanggapi situasi terkini di kawasan tersebut.
Baca juga: Bukan Tarif Tol, Iran Sebut Pungutan di Selat Hormuz untuk Biaya Keamanan
Pernyataan Harrison ini mencuat untuk merespons komentar terbaru dari Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei.
Baghaei sebelumnya menyatakan bahwa kedua negara telah mencapai sebuah kerangka kerja, namun dia menegaskan bahwa kesepakatan belum akan terjadi dalam waktu dekat.













