TEHERAN, KOMPAS.com - Pejabat utama negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh Amerika Serikat (AS) masih berupaya memulai perang baru terhadap negaranya.
Washington dinilai belum meninggalkan tujuan militer terhadap Teheran, meski saat ini Iran tengah diterpa tekanan ekonomi dan politik.
Tuduhan tersebut disampaikan Ghalibaf melalui pesan audio yang dipublikasikan di situs resminya pada Rabu (20/5/2026).Baca juga: AS-Israel Beda Sikap Lagi soal Iran: Trump Mau Negosiasi, Netanyahu Ingin Lanjut Perang
Menurutnya, pergerakan AS—baik yang dilakukan secara terbuka maupun diam-diam—menunjukkan bahwa Washington masih memiliki ambisi militer terhadap Iran.
“Pergerakan musuh, baik yang terang-terangan maupun rahasia, menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan ekonomi dan politik, mereka belum meninggalkan tujuan militernya dan sedang berusaha memulai perang baru,” kata Ghalibaf, seperti dikutip AFP.











