Teheran -
Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Iran Kazem Gharibabadi menegaskan bahwa setiap kemungkinan kesepakatan dengan Amerika Serikat (AS) harus memastikan berakhirnya perang di semua front, juga pencabutan blokade laut dan sanksi-sanksi yang menjerat Teheran.Gharibabadi, seperti dilansir Press TV, Selasa (19/5/2026), memaparkan syarat-syarat Iran untuk mencapai kesepakatan dengan AS guna mengakhiri perang saat dia berbicara kepada para anggota Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri dalam parlemen Iran pada Senin (18/5).Juru bicara komisi tersebut, Ebrahim Rezaei, menuturkan bahwa Wamenlu Iran itu memberikan informasi terbaru kepada para anggota parlemen tentang negosiasi tidak langsung antara Teheran dan Washington, serta proposal yang saling diajukan kedua pihak melalui mediator Pakistan. "Gharibabadi menekankan bahwa dalam setiap kemungkinan kesepakatan, (harus dicantumkan bahwa) perang harus berakhir di semua front, termasuk Lebanon, pasukan AS harus menarik diri dari kawasan sekitar Iran, blokade laut harus dicabut, sanksi-sanksi harus dibatalkan, dan aset-aset Iran harus dibebaskan," ucap Rezaei menuturkan informasi yang disampaikan Wamenlu Iran tersebut. Gharibabadi, menurut keterangan Rezaei, juga menekankan bahwa AS-lah yang meminta gencatan senjata dan negosiasi, serta Iran tidak pernah mengupayakan negosiasi dengan Washington selama perang berlangsung.Dia juga mengatakan bahwa Gharibabadi mengungkapkan jika Iran telah mengirimkan proposal terbaru, melalui Islamabad sebagai mediator, untuk menanggapi usulan perdamaian AS, dan belum menerima tanggapan resmi dari Washington.Sebelumnya, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan dalam konferensi pers pada Senin (18/5) bahwa respons Teheran terhadap proposal terbaru Washington telah "disampaikan kepada pihak Amerika melalui mediator Pakistan".












