Teheran -

Iran menegaskan tidak akan memasuki putaran kedua perundingan damai dengan Amerika Serikat (AS) kecuali lima syarat, yang ditetapkan Teheran untuk membangun kepercayaan dengan Washington, terpenuhi.Penegasan itu, seperti dilansir Anadolu Agency dan Middle East Monitor, Rabu (13/5/2026), disampaikan oleh kantor berita Iran, Fars News Agency, yang mengutip seorang sumber yang mengetahui informasi tersebut, dalam laporannya pada Selasa (12/5).Sumber tersebut mengatakan bahwa Iran menganggap syarat-syarat itu sebagai "jaminan minimum" yang diperlukan untuk memulai negosiasi baru dengan AS. Menurut laporan Fars News Agency, lima syarat yang ditetapkan Teheran itu mencakup "mengakhiri perang di semua front, terutama Lebanon", mencabut sanksi-sanksi, melepaskan aset-aset Iran yang dibekukan, memberikan kompensasi atas kerusakan perang, dan mengakui hak kedaulatan Iran atas Selat Hormuz. Iran, sebut sumber yang dikutip Fars News Agency, juga memberi tahu mediator Pakistan bahwa blokade laut AS yang terus berlanjut di Laut Arab dan Teluk Oman setelah gencatan senjata diberlakukan, telah semakin memperkuat rasa tidak percaya Teheran terhadap negosiasi dengan Washington.Ditambahkan oleh Fars News Agency dalam laporannya bahwa syarat-syarat Iran tersebut didefinisikan semata-mata dalam kerangka menciptakan kepercayaan minimum untuk kembali ke perundingan, dan bahwa Teheran meyakini negosiasi baru tidak dapat dimulai tanpa implementasi praktis syarat-syarat tersebut.Menurut Fars News Agency, Iran telah mengajukan lima syarat tersebut dalam proposal balasan menanggapi rencana perdamaian 14 poin yang terlebih dulu diajukan oleh AS, dalam upaya mengakhiri perang.Rincian rencana perdamaian yang diusulkan Washington itu tidak secara gamblang diungkap ke publik. Namun laporan Fars News Agency menyebut proposal itu "sepenuhnya sepihak" dan bertujuan untuk mengamankan tujuan-tujuan perang AS yang gagal melalui negosiasi.