TEHERAN, KOMPAS.com - Pejabat utama negosiator Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menuduh Amerika Serikat masih berupaya memulai perang baru terhadap negara tersebut.

Dalam pesan audio yang dipublikasikan di situs resminya pada Rabu (20/5/2026), Ghalibaf mengatakan, Washington belum meninggalkan tujuan militernya meski tekanan ekonomi dan politik terus dilakukan terhadap Teheran.Ghalibaf menyatakan, pergerakan Amerika Serikat, baik yang dilakukan secara terbuka maupun diam-diam, menunjukkan bahwa Washington masih memiliki ambisi militer terhadap Iran.

Baca juga: Iran Janji Picu Perang hingga ke Luar Timur Tengah jika AS Kembali Menyerang

“Pergerakan musuh, baik yang terang-terangan maupun rahasia, menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan ekonomi dan politik, mereka belum meninggalkan tujuan militernya dan sedang berusaha memulai perang baru,” kata Ghalibaf, seperti dikutip AFP.

Pernyataan itu muncul ketika Teheran dan Washington saling melontarkan ancaman sambil bertukar proposal untuk mengakhiri perang yang pecah pada 28 Februari lalu dan gencatan senjata yang berlaku sejak 8 April.