TEHERAN, KOMPAS.com - Masyarakat Iran menjadi pihak yang paling merasakan dampak perang di tengah negosiasi tidak langsung antara Teheran dan Amerika Serikat (AS).

Meskipun pembicaraan melalui perantara terus diupayakan, kesepakatan damai dinilai belum akan terjadi dalam waktu dekat akibat tingginya rasa saling tidak percaya dan masih adanya kontak senjata di lapangan.Pasar di Tehran tampaknya mulai merespons positif prospek kesepahaman dengan Washington.

Baca juga: Trump Adakan Rapat Kabinet, Bahas Perang Iran yang Masuk Titik Kritis

Pekan ini, mata uang nasional Iran menguat lebih dari 5 persen, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Pada Selasa (26/5/2026) pagi, nilai tukar rial Iran berada di posisi sekitar 1,73 juta per dollar AS, meski angka tersebut masih mendekati rekor terendah yang dicapai bulan lalu.