TEHERAN, KOMPAS.com - Banyak warga Iran menyambut dengan perasaan lega kabar kesepakatan damai dengan Amerika Serikat, meski kelompok konservatif di dalam negeri mengecam pemerintah karena dianggap berkompromi dengan Washington.
Selama berbulan-bulan, masyarakat Iran berada dalam ketidakpastian ketika bentrokan sporadis di Timur Tengah mengancam gencatan senjata yang sebelumnya disepakati kedua pihak pada April.Pada Minggu (14/6/2026), warga Iran akhirnya menerima kabar yang lebih pasti bahwa sebuah kesepakatan telah tercapai untuk menghentikan pertempuran.
Baca juga: Israel Kecewa AS-Iran Sepakat Damai, Merasa Tak Diajak Negosiasi
Melalui wawancara dan percakapan di media sosial, seperti dilansir The New York Times, sejumlah warga Iran menyampaikan berbagai emosi terkait kesepakatan mengakhiri perang yang telah menewaskan ribuan orang dan membawa kerugian besar.
Roshanak, warga Tehran, mempertanyakan dampak dari perang yang telah berlangsung.








