TEHERAN, KOMPAS.com — Iran mengejek Amerika Serikat setelah kedua negara menandatangani nota kesepamahan (Memorandum of Understanding/MoU) pada Rabu (17/6/2026) untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung lebih dari tiga bulan.
Kepala negosiator Iran sekaligus Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menilai kesepakatan tersebut justru menjadi catatan buruk bagi Amerika Serikat.“Kesepakatan ini adalah bukti kegagalan AS. Orang-orang akan melihatnya dan menilai,” kata Ghalibaf dalam wawancara di televisi pemerintah Iran, seperti dikutip The Times of Israel.
Baca juga: AS-Iran Teken Kesepakatan Damai, Teheran Tukar Uranium dengan Pencabutan Sanksi
Selain itu, pemimpin kelompok Hizbullah Lebanon yang pro-Iran, Naim Qassem, menyebut kesepakatan tersebut sebagai “kemenangan besar” bagi Iran.
Ia berterima kasih kepada Teheran karena tetap memperjuangkan Lebanon yang terseret dalam konflik dengan Israel.













