TEHERAN, KOMPAS.com - Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi mengatakan, nota kesepahaman dengan Amerika Serikat (AS) tidak lagi berlaku.

Karena itu, Iran kini tidak wajib mematuhi kesepakatan tersebut.Pernyataan ini muncul setelah kedua negara saling berbalas serangan, menandai ketegangan baru setelah gencatan senjata.

“Amerika tidak hanya melanggar nota kesepahaman, tetapi juga membongkarnya,” kata Gharibabadi di stasiun televisi pemerintah IRIB, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (15/7/2026).

“Kegagalan untuk menerapkan salah satu klausul sudah cukup untuk meruntuhkan seluruh nota kesepahaman dan sekarang AS telah melanggar semua kewajibannya,” sambungnya.

Baca juga: Trump Batalkan Rencana Tarif Pelayaran 20 Persen di Selat Hormuz