AMMAN, KOMPAS.com - Ratusan tokoh politik, hukum, dan warga Yordania menandatangani surat terbuka yang menyerukan penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) dari Yordania.
Dalam beberapa pekan terakhir, rudal dan drone Iran semakin sering menargetkan pasukan dan pangkalan militer AS di Yordania, termasuk pada Rabu (29/7/2026) pagi. Serangan-serangan tersebut berulang kali memicu bunyi sirene di seluruh Yordania dan menyeret negara itu lebih jauh ke dalam perang yang tidak diinginkannya. Namun, sebagian besar warga Yordania tetap diam.
Baca juga: Gempur Pangkalan AS di Yordania dengan Rudal Canggih, Bagaimana Iran Bisa Tetap Bertaring?
Orang-orang yang menandatangani surat itu mengatakan, mereka didorong oleh rasa tanggung jawab nasional dan kekhawatiran bahwa kehadiran pasukan AS membahayakan kedaulatan Yordania.
“Kami menegaskan, kehadiran mereka membuat Yordania rentan terhadap risiko keamanan, politik, dan ekonomi yang tidak menguntungkan kepentingan nasional dan meningkatkan kemungkinan negara kami terseret ke dalam konflik regional yang bukan merupakan bagian dari negara kami,” bunyi surat itu, dikutip dari New York Times.










