Jakarta -

Pertahanan udara Yordania kembali menembak jatuh lima rudal yang diluncurkan dari Iran pada Kamis (30/7) pagi waktu setempat. Ini terjadi beberapa jam setelah militer Amerika Serikat mengumumkan telah menyelesaikan "gelombang serangan besar-besaran terhadap Iran". Serangan itu sebagai tanggapan atas serangan rudal Iran sebelumnya terhadap pangkalan AS di Yordania.Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan dari pencegatan rudal oleh Yordania itu, kata juru bicara angkatan bersenjata negara tersebut, seperti dikutip oleh kantor berita Yordania, Petra, dilansir Al Arabiya, Kamis (30/7/2026).Sebelumnya, Komando Pusat AS atau CENTCOM mengatakan dalam sebuah unggahan media sosial, bahwa selama lebih dari dua jam AS telah menyerang "puluhan" target milik Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), termasuk pusat komando militer serta fasilitas rudal dan drone, dan situs pengawasan dan pertahanan pantai.

Serangan baru ini terjadi beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump bersumpah untuk menyerang Iran "dengan sangat keras" setelah serangan rudal Iran menargetkan pangkalan militer di Yordania yang menampung pasukan AS. Serangan terbaru ini terjadi setelah pasukan AS dan Arab Saudi menyerang para milisi yang didukung Iran di Irak.Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk keras serangan udara gabungan AS dan Saudi tersebut.Teheran mengatakan serangan itu merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan Baghdad dan upaya yang disengaja oleh Washington dan Israel untuk memperluas perang regional."Kementerian Luar Negeri Republik Islam Iran mengutuk keras serangan agresif Amerika Serikat dan Arab Saudi di beberapa wilayah di Irak," ujar kementerian dalam pernyataan yang dirilis pada hari Rabu (29/7) waktu setempat, seperti dilansir media Iran, Press TV, Kamis (30/7/2026).