TEHERAN, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) mulai melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu (29/7/2026) malam waktu setempat sebagai balasan atas serangan rudal balistik Iran yang menargetkan pasukan AS di Yordania sehari sebelumnya.
Operasi militer itu menandai kembali meningkatnya ketegangan setelah sempat muncul harapan untuk menghidupkan kembali jalur diplomasi.Presiden AS Donald Trump menegaskan bahwa serangan balasan merupakan respons yang tidak bisa dihindari. Konflik antara kedua negara pun kembali memanas saat perang memasuki bulan keenam.
Baca juga: Ada Masalah Lebih Besar dari Menipisnya Amunisi AS di Perang Iran
"Kami akan menghantam mereka dengan sangat keras, karena sekarang giliran kami," kata Trump kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, yang dikutip The Wall Street Journal.
Trump juga mengeklaim bahwa setelah serangan rudal tersebut, Iran sempat memohon agar AS tidak melakukan pembalasan. Namun, menurutnya, Teheran tetap melancarkan serangan sehingga konsekuensinya tidak dapat dihindari.









