KOMPAS.com - Seorang pria di China nekat memalsukan kematiannya dengan bantuan keluarga demi menghindari hukuman atas kasus mengemudi dalam keadaan mabuk.
Rencana tersebut dilakukan dengan menggelar pemakaman palsu hingga menguburkan peti mati yang diyakini berisi jasadnya.Namun, upaya itu akhirnya terbongkar setelah polisi menemukan sejumlah kejanggalan, mulai dari keluarga yang tidak meminta pertolongan medis hingga peti mati yang ternyata telah dibeli sebelum pria tersebut dinyatakan meninggal.
Kasus tersebut diungkap jaksa di Kota Anyang, Provinsi Henan, dan kemudian menjadi perhatian luas di media sosial China.
Lantas, bagaimana kisah tersebut?
Baca juga: Kisah Yang Zhilin, Pendiri AI Asal China yang Pernah Magang di Google dan Meta, Kini Saingi ChatGPT














