BEIJING, KOMPAS.com - Penyelidikan awal atas ledakan tambang di China, tragedi terdahsyat di sana dalam 15 tahun terakhir, mengungkap berbagai temuan mengejutkan.

Pihak berwenang menemukan adanya terowongan tanpa tanda, hilangnya alat pelacak lokasi pekerja, hingga penggunaan pintu palsu untuk mengelabuhi petugas. Atas temuan ini, Pemerintah China berjanji akan mengusut tuntas kasus tersebut tanpa ada yang ditutup-tutupi.

Baca juga: Update Korban Ledakan Tambang di China: 82 Meninggal, 128 Luka-luka

Insiden mematikan ini dipicu oleh ledakan gas fatal yang terjadi pada Jumat (22/5/2026) malam di tambang Liushenyu, Provinsi Shanxi.

Berdasarkan laporan media resmi setempat, peristiwa tersebut merenggut sedikitnya 82 korban jiwa, sebagaimana dilansir Reuters.