CHANGZHI, KOMPAS.com - Saksi ledakan maut di tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, China utara, menyebutkan bahwa bau belerang menyengat sebelum insiden terjadi.

Wang Yong merupakan salah satu penambang selamat dari tragedi yang menewaskan sedikitnya 90 orang pada Jumat (22/5/2026) malam tersebut.

"Ada kepulan asap dan saya mencium bau belerang," ujar Wang menceritakan detik-detik kejadian, dikutip dari AFP.Baca juga: Ledakan Tambang di China Sebabkan 90 Orang Tewas, Terparah dalam 17 Tahun

Ia ingat betul bagaimana para pekerja lain di sekitarnya tersedak asap pekat sebelum akhirnya dia pun ikut pingsan.

"Saya tak sadar selama sekitar satu jam dan bangun sendiri. Saya memanggil orang-orang di sebelah dan keluar dari tambang bersama-sama," lanjut Wang, seperti dikutip dari stasiun televisi pemerintah CCTV.