BEIJING, KOMPAS.com - China merevisi dan menurunkan jumlah korban tewas dalam bencana ledakan tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, China Utara menjadi 82 orang.
Sebelumnya, dilaporkan bahwa sedikitnya 90 orang tewas dalam ledakan di tambang yang terjadi pada Jumat (22/5/2026) malam waktu setempat.Dilansir Reuters, Minggu (24/5/2026), informasi mengenai perubahan jumlah korban tewas tersebut disampaikan oleh pejabat setempat dalam konferensi pers pada Sabtu malam.
Dalam kesempatan tersebut, para pejabat mengatakan jumlah korban meninggal dunia awal yang dilaporkan media pemerintah dihitung secara keliru.
Baca juga: Bau Belerang Menyengat Sebelum Ledakan Tambang China Tewaskan 90 Orang
"Setelah kejadian itu, lokasi kejadian menjadi kacau, penghitungan jumlah pekerja oleh perusahaan tidak jelas, sehingga menyebabkan angka awal menjadi tidak akurat," kata Guo Xiaofang, kepala wilayah Qinyuan di Shanxi.










