JAKARTA, KOMPAS.com – Gang sempit yang gelap, rumah tanpa cahaya matahari, hingga banjir yang datang hampir setiap akhir tahun tak membuat sebagian warga meninggalkan RW 05, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

Di balik kondisi yang serba terbatas itu, biaya sewa rumah yang relatif murah menjadi alasan utama mereka tetap bertahan.Bagi Hafid (43), perempuan asal Karawang, Jawa Barat, kampung minim matahari itu telah menjadi rumahnya selama 10 tahun terakhir.

Meski setiap hari harus hidup di lingkungan yang nyaris tak pernah tersentuh sinar matahari, ia mengaku belum memiliki pilihan lain.

Baca juga: Di Sini Orang-orangnya Baik dan Ramah, Alasan Warga Bertahan di Kampung Tanpa Matahari

"Jika tak keluar gang atau pergi ke arah sumur di belakang rumah, kita enggak bisa lihat siang," kata Hafid saat ditemui Kompas.com di lokasi, Senin (20/7/2026).