JAKARTA, KOMPAS.com - Ketika matahari belum sepenuhnya terbit, deretan kereta, bus, dan jalanan Jakarta sudah kembali dipenuhi orang-orang yang berjuang mencari nafkah untuk keluarga.
Di balik ritme kota yang tak pernah berhenti, banyak warga memikul beban tak kasat mata seorang diri.
Harga kebutuhan pokok yang terus melonjak, mahalnya biaya sewa rumah dan transportasi, hingga tuntutan memenuhi kebutuhan keluarga menjadi tekanan yang menggerus tenaga dan pikiran setiap hari.Baca juga: Macet hingga Tekanan Ekonomi Picu Masalah Kesehatan Mental di Jakarta
Bagi sebagian besar warga Jakarta, stres bukan semata dipicu peristiwa besar, melainkan akumulasi tekanan ekonomi yang harus dihadapi setiap hari demi bertahan hidup di kota yang keras.
Tekanan Ekonomi Jadi Sumber Stres








