Penulis: Julian Ryall/DW Indonesia

TOKYO, KOMPAS.com - Sebuah rumah dua lantai di pinggiran selatan Yokohama tampak seperti sudah lama tidak dihuni. Jendela lantai bawah tertutup rapat oleh penutup besi, pintu geser berbahan kertas di lantai atas mulai rusak, dan halaman rumah dipenuhi rumput liar.Padahal, dengan sedikit renovasi dan biaya, rumah tersebut masih bisa kembali menjadi tempat tinggal yang nyaman. Namun, tidak ada warga Jepang yang mau membeli rumah ini.

Alasannya, rumah itu memiliki catatan kelam. Di Jepang, properti seperti ini dikenal dengan istilah jiko bukken, yang dapat diterjemahkan sebagai "properti yang memiliki stigma", dan telah kosong setidaknya selama lima tahun.

Baca juga: Menimbang Potensi Jepang dalam Politik Keamanan Indonesia

Ada sesuatu yang buruk pernah terjadi di sana, mungkin bunuh diri, kebakaran yang merenggut nyawa seseorang, kematian seorang lansia yang tinggal sendirian atau dikenal sebagai kematian dalam kesepian. Pembunuhan juga merupakan salah satu alasan utama mengapa sebuah properti dihindari orang.