PESAWARAN, KOMPAS.com – Ketika malam tiba di puncak Gunung Bundar, Dusun Pujoraharjo, Kecamatan Padang Cermin, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, lampu-lampu mulai menyala dari rumah-rumah warga.Anak-anak belajar, warga berbincang di ruang keluarga, dan telepon seluler mulai diisi daya.

Namun, cahaya yang menerangi dusun itu bukan berasal dari jaringan listrik PLN.Hingga kini, dusun yang dihuni 104 kepala keluarga (KK) atau 334 jiwa itu masih belum menikmati aliran listrik negara.

Di tengah keterbatasan tersebut, warga memilih membangun sumber listrik secara swadaya.

Sebagian memanfaatkan turbin mikrohidro yang digerakkan aliran sungai pegunungan, sementara lainnya memasang panel tenaga surya di rumah masing-masing.

Semuanya dilakukan agar kehidupan di puncak gunung tetap diterangi cahaya.