JAKARTA, KOMPAS.com - Ruang rapat Komisi III DPR RI mendadak hening ketika seorang ibu dari pelosok Lombok Tengah duduk di hadapan para anggota Dewan, Senin (13/7/2026).

Perempuan bernama Rumah itu ingin menceritakan sendiri nasib putranya, Sahril Sobirin (MSS), yang meninggal dunia setelah mengalami luka bakar hingga 80 persen.Namun, kata-kata tak kunjung keluar.

Justru tangisnya yang terdengar dan memecah keheningan suasana ruang rapat.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman kemudian mempersilakan Rumah berbicara menggunakan bahasa Lombok agar lebih mudah menyampaikan kesaksiannya.

“Silakan bicara Ibu, tidak apa-apa pakai bahasa Lombok Bu, nanti ada penerjemah,” kata Habiburokhman.