MEDAN, KOMPAS.com - Air mata Desy Natalia Nainggolan (32) tak berhenti mengalir ketika namanya dipanggil untuk memberikan kesaksian.
Ruang konferensi pers di Kantor KontraS Sumut, Kota Medan, Rabu (24/6/2026), yang sebelumnya dipenuhi suara diskusi mendadak sunyi.Di hadapan aktivis, pendamping hukum, dan awak media, perempuan itu berusaha menceritakan kembali hari yang mengubah hidupnya untuk selamanya.
"Anak saya masih kecil-kecil. Tapi mereka tega membunuh suami saya," kata Desy terbata-bata sembari mengusap air mata.
Baca juga: Dugaan Pembunuhan Berencana di Balik Tewasnya Warga Labura, Aktivis Dorong Pelaku TNI Diadili di Peradilan Umum
Malam sebelumnya, ia menempuh perjalanan berjam-jam dari Kabupaten Labuhanbatu Utara menuju Medan.







