LUMAJANG, KOMPAS.com – Isak tangis Saniyeh (53) pecah di depan kamar pemulasaran jenazah RSUD dr Haryoto Lumajang, Jawa Timur, Kamis (21/5/2026). Matanya tampak berkaca-kaca, sesekali jemarinya menyeka air mata yang terus meleleh membasahi pipi.
Saniyeh tak pernah menyangka, pamitan sang suami, Abdul Karim Marzuki (55), pada Kamis siang itu menjadi obrolan terakhir mereka. Abdul Karim tewas mengenaskan setelah terlibat duel carok menggunakan senjata tajam jenis celurit di sebuah kebun sengon yang tak jauh dari rumahnya.
Peristiwa berdarah di Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang ini melibatkan Abdul Karim dan tetangganya sendiri, Wasil (44). Ironisnya, kedua tukang ngarit di Lumajang ini ternyata masih memiliki hubungan kekerabatan.Akibat insiden carok maut di Lumajang tersebut, Abdul Karim Marzuki meninggal dunia di lokasi kejadian akibat luka bacok parah di bagian belakang kepala. Sementara lawannya, Wasil, mengalami luka robek serius di bagian perut dan kini dalam kondisi kritis di ruang perawatan intensif RSUD dr Haryoto Lumajang.
Baca juga: Insiden Carok di Lumajang, Ada Orang Ketiga yang Menyebabkan Korban Tewas
Sempat Dilarang Istri demi Anak yang Masih Sekolah












