LUMAJANG, KOMPAS.com - Kasus duel carok berdarah antar-tetangga yang melibatkan dua orang tukang ngarit di Desa Sumberwringin, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menjadi sorotan publik.
Peristiwa maut bersenjata tajam jenis celurit tersebut mengakibatkan seorang warga bernama Abdul Karim Marzuki (55) tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Sementara itu, lawannya yang bernama Wasil (44) kini dalam kondisi kritis di RSUD dr Haryoto Lumajang setelah mengalami luka parah di bagian perut.
Di balik tragedi berdarah di Kebun Sengon tersebut, terselip sebuah momen tak biasa. Pelaku Wasil sempat menyampaikan permohonan maaf kepada Saniyeh (53), istri dari korban Abdul Karim, sesaat setelah keduanya saling bacok.Baca juga: Jerit Saniyeh Saksikan Duel Carok di Lumajang: Tolong Jangan Dek, Dua-duanya Sudah Luka Parah...
Pelaku Sempat Meminta Maaf dalam Bahasa Madura
Istri korban, Saniyeh menceritakan, peristiwa itu terjadi ketika dirinya hendak menolong sang suami yang sudah bersimbah darah. Saat berjalan melewati Wasil, tiba-tiba tangan Saniyeh ditarik oleh pelaku yang saat itu kondisinya juga sudah terluka parah di bagian perut.











