Tanpa memedulikan kondisi kedua korban yang sudah tak berdaya, adik Wasil langsung merangsek maju membawa senjata tajam.

Tanpa memedulikan kondisi kedua korban yang sudah tak berdaya, adik Wasil langsung merangsek maju membawa senjata tajam.

Dalam kondisi tak berdaya, Wasil berkali-kali meminta maaf menggunakan bahasa Madura dan mengakui kesalahannya.