KUPANG, KOMPAS.com – Perkembangan kasus meninggalnya dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni atau dr. Icha (27) menjadi perhatian publik.
Di tengah langkah keluarga yang berencana melaporkan tiga anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) ke Polda Nusa Tenggara Timur (NTT), dukungan terhadap almarhumah terus berdatangan dari kalangan medis nasional.Salah satu dukungan datang dari pakar toksinologi dan penanganan gigitan ular berbisa Indonesia, Dr. dr. Tri Maharani, M.Si. Sp.Em.
Ia menyatakan kesiapannya memberikan keterangan sebagai saksi ahli apabila penyidik membutuhkan penjelasan medis dalam proses penyelidikan kasus tersebut.
Baca juga: Bupati TTU: Kasus Meninggalnya dr Icha Membuka Tabir Persoalan yang Selama Ini Tertutup
dr. Tri mengungkapkan bahwa dirinya merupakan dokter konsultan yang mendampingi dr. Icha melalui konsultasi medis pada malam saat seorang pasien korban gigitan ular berbisa menjalani perawatan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Leona Kefamenanu.
















