PANGANDARAN, KOMPAS.com — Suara khas dari kukusan kecil itu memecah suasana sore di sejumlah permukiman di Pangandaran.

Asap tipis mengepul dari gerobak sederhana yang didorong Dedi (50), sementara aroma pandan dan gula merah perlahan mengundang warga untuk menoleh.Dari Kalipucang, Kabupaten Pangandaran, hingga Banjarsari, Kabupaten Ciamis, Dedi berkeliling menjajakan kue putu.

Harganya hanya Rp 1.000 per buah, tetapi jajanan tradisional yang dibawanya menyimpan cerita panjang tentang keluarga, perantauan, dan upaya bertahan hidup.

Baca juga: Resep Kue Putu Gula Merah, Tetap Jadi Walau Tak Perlu Pakai Bambu

Setiap hari, ia mulai berjualan sekitar pukul 14.00 WIB hingga 19.00 WIB. Adonan putu yang dibawanya dibuat langsung oleh sang istri di rumah.