JAKARTA, KOMPAS.com – Tini (49), pemilik warung makan (warteg) di Jalan Abdul Jalil, Karet Tengsin, Tanah Abang, Jakarta Pusat, tak mampu menyembunyikan kesedihannya saat lapaknya dibongkar petugas gabungan, Kamis (6/8/2026).
Bangunan semi permanen yang berdiri di atas saluran penghubung (PHB) itu telah menjadi sumber penghidupannya selama 26 tahun.
Saat ditemui Kompas.com di lokasi penertiban, ibu tiga anak tersebut mengaku pasrah melihat tempat usahanya dibongkar. Ia mengaku tidak menyangka pembongkaran dilakukan sejak pagi, padahal berharap masih diberi waktu untuk pindah.Baca juga: Aparat Dituding Bekingi Peredaran Tramadol di Tanah Abang, Ini Kata Polisi
"Tadi saya sudah jualan tuh, sudah masak, digubrak-gabruk. Saya kira (pembongkarannya) belum sekarang, atau paling tengah hari, eh pagi-pagi sudah dibongkar. Saya minta (tenggang waktu) sampai hari Sabtu aja biar bisa pindah, enggak dikasih," ucap Tini kepada Kompas.com di lokasi, Kamis.
Tini yang berdomisili di Jakarta Timur mengatakan warung tersebut telah berdiri sejak 2000. Kala itu, ia membeli bangunan dari seorang kenalan seharga Rp 15 juta.






