JAKARTA, KOMPAS.com - Sejumlah pedagang warteg di Jakarta Utara mulai mengeluhkan jumlah pembeli yang tidak seramai biasanya di tengah kenaikan harga bahan pangan dan kebutuhan operasional usaha.

Ayu (50), seorang penjual warteg di Rawabadak Utara, Koja, Jakarta Utara, mengatakan jumlah pelanggan yang datang ke tempat usahanya belakangan berkurang dibanding sebelumnya."Sekarang mah lagi sepi. Lagi kurang (ramai) sekarang mah,” kata Ayu saat ditemui Kompa.com pada Selasa (2/6/202).

Baca juga: Kalau Mahal Nanti Enggak Ada Pelanggan, Curhat Pedagang Warteg di Tengah Harga Naik

Selain penurunan jumlah pembeli, Ayu menjelaskan bahwa para pengusaha rumah makan atau warteg juga tertekan karena harga berbagai kebutuhan usaha terus meningkat.

"Ya kalau dibilang parah, ya parah banget sih kalau naik semua. Ya segala cabai, segala bumbu itu, sembako itu pada naik," ujar dia