PARIS, KOMPAS.com - Setidaknya 36 kapal pengangkut barang melintasi Selat Hormuz pada Senin (22/6/2026).
Ini merupakan sebuah rekor terbanyak sejak dimulainya perang Timur Tengah pada akhir Februari, menurut data dari perusahaan pelacak maritim Kpler.Dikutip dari AFP, Selasa (23/6/2026), pelayaran tersebut mewakili hampir sepertiga dari lalu lintas normal sebelum perang, sekitar 120 pelayaran per hari.
Selat Hormuz biasanya dilalui sekitar seperlima dari ekspor minyak dan gas dunia.
Jumlah total penyeberangan pada Senin diperkirakan akan meningkat lebih lanjut karena kapal-kapal terdeteksi lebih lambat oleh pelacak maritim.
Baca juga: Trump Kirim Rubio ke Teluk, Yakinkan Sekutu soal Kesepakatan AS-Iran










