Teheran -

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan bahwa sedikitnya 31 kapal komersial, telah melintasi Selat Hormuz secara aman dalam 24 jam terakhir, meskipun ada situasi ketidakamanan yang disebabkan oleh militer Amerika Serikat (AS) di perairan Teluk Persia. Kapal-kapal tersebut termasuk kapal tanker minyak dan kapal kontainer.IRGC, seperti dilansir Press TV, Jumat (22/5/2026), menyebut puluhan kapal tersebut berhasil melewati jalur perairan strategis itu di bawah koordinasi dan perlindungan Angkatan Laut mereka.Pengumuman itu disampaikan oleh Kantor Hubungan Masyarakat Angkatan Laut IRGC dalam pernyataan yang dirilis pada Kamis (21/5) waktu setempat. "Meskipun terjadi agresi militer teroris AS dan terciptanya ketidakamanan yang belum pernah terjadi sebelumnya di Teluk Persia, khususnya di Selat Hormuz, Angkatan Laut IRGC berupaya untuk membangun jalur yang jelas dan aman untuk perlintasan dan kelanjutan perdagangan global," demikian pernyataan Kantor Hubungan Masyarakat Angkatan Laut IRGC. Otoritas Iran yang mengendalikan Selat Hormuz di kawasan Teluk Persia, telah menetapkan zona manajemen pengawasan jalur perairan tersebut. Pada Rabu (20/5) waktu setempat, Teheran mengumumkan bahwa pergerakan melalui koridor strategis tersebut memerlukan koordinasi dan izin resmi.Otoritas Selat Teluk Persia (PGSA) mengatakan bahwa zona itu mencakup "garis yang menghubungkan Gunung Mubarak di Iran dan Fujairah bagian selatan di Uni Emirat Arab, di sisi tumur selat, memanjang hingga garis yang menghubungkan ujung Pulau Qeshm di Iran dan Umm Al Quwain di Uni Emirat Arab, di sisi barat selat".Iran mengkonsolidasikan kendali de-facto atas Selat Hormuz melalui pos pemeriksaan militer, pemeriksaan kapal, pengaturan diplomatik, dan dalam beberapa kasus melibatkan biaya keamanan, untuk perlintasan aman.Menurut keterangan para pejabat perkapalan Asia dan Eropa, serta pejabat Iran dan Irak, yang dikutip Reuters, IRGC memainkan peran sentral dalam sistem transit berlapis terbaru yang memberikan preferensi kepada kapal-kapal terkait sekutu Teheran, seperti China dan Rusia.