TEHERAN KOMPAS.com - Aktivitas pelayaran di Selat Hormuz kembali menunjukkan denyut nadinya.
Data pelacakan maritim pada Jumat (19/6/2026) mengungkapkan, lalu lintas kapal di kawasan vital tersebut melonjak ke titik tersibuk dalam dua bulan terakhir.Geliat ini merupakan dampak langsung dari kesepakatan penghentian perang antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang diumumkan pada 14 Juni.
Baca juga: Iran Ubah Aturan Selat Hormuz, Kapal Wajib Minta Izin 48 Jam Sebelum Lewat
Menurut data dari perusahaan pelacakan AXSMarine, sebanyak 25 kapal komersial telah melintasi selat yang baru saja dibuka kembali tersebut pada Kamis (18/6/2026), sebagaimana dilansir AFP.
Angka ini merupakan yang tertinggi sejak pertengahan April, melonjak lebih dari tiga kali lipat dibandingkan rata-rata pelayaran sejak awal Maret yang hanya berkisar di atas tujuh kapal per hari.













