WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat (AS) menyatakan, kapal-kapal akan melintasi Selat Hormuz tanpa pungutan biaya. Hal tersebut merupakan salah satu poin dalam nota kesepahaman (MoU) damai antara Washington dan Iran yang ditandatangani Presiden AS Donald Trump.

Pemerintah AS juga menegaskan, Teheran harus memenuhi komitmennya terlebih dahulu sebelum memperoleh manfaat ekonomi dari kesepakatan tersebut, sebagaimana dilansir AFP, Senin (15/6/2026).Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf disebut telah menandatangani MoU tersebut secara elektronik pada Minggu (17/6/2026).

Baca juga: Gagal Tumbangkan Rezim Iran, Netanyahu Dikritik Habis-habisan di Israel

Pembukaan kembali Selat Hormuz menjadi prioritas mendesak karena kemacetan jalur pelayaran tersebut berdampak pada ekonomi global setelah harga minyak melonjak.

Vance mengatakan kepada CNBC, ada pemahaman dengan Iran bahwa selat tersebut akan dibuka kembali tanpa pungutan biaya untuk jangka panjang.