Jakarta - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyampaikan Selat Hormuz akan kembali dibuka pada Jumat 19 Juni mendatang. Kepastian ini menyusul tercapainya kesepakatan gencatan senjata bersejarah antara AS dan Iran.Kesepakatan gencatan ini pun langsung dikonfirmasi oleh Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi pada Minggu waktu setempat. Dengan adanya kesepakatan ini, konfrontasi bersenjata antara kedua negara dipastikan bakal langsung berakhir.Pengumuman ini bertepatan dengan hari ulang tahun Trump yang genap berusia 80 tahun yang jatuh pada Minggu kemarin. Trump menyebut kesepakatan ini membuat lalu lintas kapal di Selat Hormuz kembali normal. Seperti diketahui, jalur tersebut sempat lumpuh total sejak perang AS-Israel dengan Iran pecah sejak 28 Februari lalu.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran kini telah selesai. Dengan ini saya memberikan izin penuh untuk pembukaan Selat Hormuz tanpa biaya, dan pada saat yang sama, memerintahkan penghentian segera blokade Angkatan Laut Amerika Serikat. Kapal-kapal di seluruh dunia, nyalakan mesin kalian. Mari kita alirkan kembali minyaknya," tulis Trump dalam unggahannya di media sosial Truth Social, dikutip dari Aljazeera, Senin (15/6/2026).Dalam unggahan terpisah, Trump menilai kesepakatan besar ini akan membawa perdamaian dan keamanan bagi seluruh kawasan. Ia memberikan sinyal ada perjanjian perdamaian yang lebih menyeluruh dengan Iran. Tak hanya itu, Trump juga menyindir para pendahulunya yang dinilai gagal menjinakkan ketegangan dengan Iran."Para pemimpin di kawasan ini, untuk pertama kalinya, menemukan sosok presiden yang bisa membantu mereka mewujudkan perdamaian nyata. Dengan dibukanya Selat Hormuz setelah penandatanganan kesepakatan hari Jumat besok untuk pembersihan ranjau, minyak akan kembali mengalir ke kedua ujung kawasan, bahkan ke seluruh dunia!" tulisnya.Dalam wawancaranya dengan The New York Times, Trump juga memperingatkan Iran bahwa AS bisa saja memulai kembali operasi militer atau bertindak sebagai pelindung Timur Tengah dengan syarat mendapatkan 20% dari pendapatan kawasan tersebut. Namun, belum jelas apakah wawancara ini dilakukan sebelum atau sesudah kesepakatan diumumkan.Saksikan Live DetikSore:













