WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa Selat Hormuz akan “sepenuhnya dibuka” pada Jumat (19/6/2026), menyusul kesepakatan antara Amerika Serikat dan Iran untuk mengakhiri perang di Timur Tengah.
Trump mengatakan, arus pelayaran pada jalur minyak dunia itu sudah mulai kembali normal.“Kapal-kapal mulai bergerak, banyak yang bermuatan minyak, keluar dari Selat Hormuz,” kata Trump, seperti dikutip AFP.
Baca juga: Kapal-kapal Masih Ragu Lewati Selat Hormuz, Ranjau Belum Disingkirkan
Media Iran juga melaporkan bahwa tiga kapal tanker minyak dan dua kapal kargo telah melewati wilayah yang sebelumnya diblokade oleh operasi angkatan laut Amerika Serikat.
Selat Hormuz sendiri sebelumnya ditutup oleh Iran sejak awal perang pada 28 Februari, memicu lonjakan harga minyak global dan kekhawatiran inflasi. Sebagai respons, Amerika Serikat juga memblokir pelayaran menuju dan dari pelabuhan Iran.













