KOMPAS.com – Kerja sama antara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran, Iran, dan PT Pertamina International Shipping (PIS) membuahkan hasil positif di tengah ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Kapal Gamsunoro milik PIS yang sempat tertahan sejak awal Maret 2026 akibat konflik Amerika Serikat (AS) dan Iran berhasil melintasi titik kritis Selat Hormuz, Rabu (24/6/2026), pukul 20.00 WIB.Kapal tersebut melintas dengan aman berkat kolaborasi strategi kedaruratan korporasi dan diplomasi perlindungan.
Dalam perjalanan selama 16 jam, Kapal Gamsunoro mulai bergerak dari Teluk Arab pada Rabu pukul 01.06 waktu Dubai atau sekitar pukul 04.06 WIB.
Kapal melaju dengan kecepatan 7,5 knot dan tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat atau pukul 16.00 WIB.
Baca juga: Kapal Pertamina Berhasil Lintasi Selat Hormuz, Tempuh 16 Jam Menuju Titik Aman










