Jakarta - Satu kapal PT Pertamina International Shipping (PIS) Gamsunoro sudah berhasil keluar dari Selat Hormuz. Sementara untuk kapal Pertamina Pride masih berada di kawasan Teluk Arab.Dirjen Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman menyampaikan pemerintah Indonesia dan Pertamina masih terus mengupayakan agar kapal Pertamina Pride segera keluar melewati Selat Hormuz."Proses ini kan bukan berjalan baru sekarang, tapi semenjak perang kan Pertamina sudah terus mengupayakan bagaimana bisa mengeluarkan kapal tersebut. Jadi, saya pikir di Pertamina terus berprogres walaupun tidak selalu kita monitor secara khusus ya mengenai kapal ini," ujar Laode di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (26/6/2026).
Sebelumnya, Pjs. Corporate Secretary PIS, Vega Pita menyampaikan bahwa keluarnya Kapal Pertamina Gamsunoro berhasil melintasi Selat Hormuz berkat kolaborasi strategi kedaruratan korporasi dan diplomasi perlindungan dengan Kementerian Luar Negeri dan Kedutaan Besar RI di Iran.Gamsunoro menempuh perjalanan selama 16 jam dari Teluk Arab pada Rabu pukul 01.06 waktu Dubai. Kapal ini melaju dengan kecepatan 7,5 knot dan tiba di mulut Selat Hormuz sekitar pukul 13.00 waktu setempat.Empat jam kemudian, kapal Gamsunoro dinyatakan berhasil melintasi Selat Hormuz dan mencapai titik aman. Keputusan melintasnya Gamsunoro telah melalui sejumlah perhitungan yang ketat selama satu bulan terakhir."Pemilihan waktu dan rute melintasi Selat Hormuz telah melalui pembahasan dan penilaian risiko yang sangat ketat," ujarnya dalam keterangan persnya, Kamis (25/6/2026).Vega mengatakan, PIS telah mencatat puluhan persyaratan yang perlu dipenuhi kapal. Persyaratan ketat tersebut mencakup asuransi, teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru."Kami mencatat puluhan persyaratan yang harus dipenuhi kapal, mulai dari asuransi, aspek teknis dan operasional, keamanan, hingga kesiapan kru, sehingga diputuskan kapal dapat mulai bergerak dari Teluk Arab," jelasnya.











