JAKARTA, KOMPAS.com - Dua kapal tanker milik Pertamina, yakni MT Gamsunoro dan Pertamina Pride akhirnya berhasil lolos setelah berbulan-bulan terjebak di Selat Hormuz.

Kapal tanker raksasa yang memuat dua juta barel minyak mentah untuk Indonesia itu tertahan di Selat Hormuz ketika perang Amerika Serikat-Israel melawan Iran pecah pada awal Maret 2026.Dua kapal ini berangkat dari terminal minyak Ras Tanura, lalu tertahan pada 14 Maret 2026 setelah Iran menyatakan akan menembak kapal apapun yang melewati wilayah Selat Hormuz.

Situasi ini menyebabkan Pertamina Pride dan MT Gamsunoro harus melipir, terjebak di Teluk Arab dan tidak bisa berlayar ke perairan terbuka.

Baca juga: Kemenlu Sambut Baik Dua Kapal Pertamina Lolos dari Selat Hormuz

Upaya diplomasi intens dilakukan Kementerian Luar Negeri RI melalui Kedutaan Besar RI di Teheran.